Pewarna Kayu / Pernis Kayu / Stain Berbahan Dasar Air

Pewarna Kayu / Pernis Kayu / Stain Berbahan Dasar Air


Mengenal pewarna kayu (Stain) atau biasa kita sebut juga Pernis Kayu yang berbahan dasar air atau Water-based Wood Stain.

Beberapa dari kita sudah mengenal pewarna kayu / pernis atau plitur kayu yang berbahan pelarut minyak atau Thinner (Solvent-based) yang hingga kini masih paling banyak digunakan. Seiring perkembangan teknologi dan tren Woodworking yang kini sudah merambah hingga "rumahan" (DIY), munculah pernis atau Stain yang berbahan dasar air (Water-based), yang lebih mudah untuk digunakan dan ramah lingkungan.

Para penghobi atau para DIY, lebih memilih pewarna berbahan dasar ini karena tidak terlalu merepotkan dalam pengaplikasiannya, lebih mudah dalam perataan warna dan tidak direpotkan dengan Thinner yang berbau keras dan berbahaya, yang dibutuhkan hanya air sebagai pelarut atau pencampurnya.

Semua produsen cat mulai memproduksi pernis berbahan dasar air, dan mulai serius mem-"Branding" produk-produknya. Propan sebagai raksasa Finishing Kayu mengeluarkan Propan Ultran, Propan Woodstain, Avian mengeluarkan Lenkote Wood-Eco, Bio Industries dengan BioVarnish-nya, lalu ada Mowilex, Belazo, Sayerlack, Indana Staniqua, dan masih banyak lagi. Lalu siapa yang akan memenangkan pasar? Mungkin mana yang bisa menguasai distribusi, dialah yang akan menang di lomba ini.

Orang yang sudah biasa menggunakan pernis dengan pelarut Thinner mungkin diawal agak aneh mengaplikasikan pernis dengan pelarut air, begitu juga sebaliknya. Lalu mana yang paling bagus? Menurut saya, semua itu relatif, karena yang namanya Finishing, semua kembali lagi ke selera masing-masing.

Kedepan, seiring dengan kampanye "Green" atau ramah lingkungan, kita akan melihat lebih banyak pagi produk-produk yang berbahan dasar air, atau yang di klaim berbahan dasar air. Para produsen juga sudah mulai mengembangkan produk-produknya. Saat ini sudah ada Polyurethane, Sanding Sealer, Wood Filler, Top Coat, Glaze dan Wood Putty yang sudah berbahan dasar air. Jika tren ini berlanjut, mungkin penggunaan Thinner akan semakin berkurang.

Bagaimana dengan hasilnya? Sama saja, kembali ke selera. Solvent-based dan Water-based, masing-masing memiliki karakter sendiri-sendiri. Saya pribadi lebih cocok dan nyaman dengan pelarut air, ya karena saya lebih suka yang praktis dan project-project yang saya buat, saya pakai sendiri atau buat keluarga, jadi saya pilih yang tidak beracun. Praktis dalam artian, tidak repot dengan Thinner, tidak repot membersihkan tangan, mencuci kuas, dll. Seperti yang saya bilang, masing-masing punya karakter sendiri, jika saya butuh karakter Solvent-based, saya akan gunakan Solvent-based. Jadi mungkin kesimpulannya, pilih mana yang paling cocok, pilih mana yang paling nyaman dan mudah buat kita aplikasikan.


Topik: finishing, ...

 

 
HobiKayu Partners:
Wong DIY • Tukang Rumahan