Review AEG Cordless (Circular Saw, Nailer, Jigsaw)

Review AEG Cordless (Circular Saw, Nailer, Jigsaw)


2 minggu terakhir ini saya diberi kesempatan untuk mencoba beberapa tools Cordless dari AEG, dan ini pengalaman saya menggunakan perkakas tersebut.

Jadi 2 minggu yang lalu saya diundang untuk berkunjung ke kantor PT. Izigo Pratama, distributor yang pegang merk Milwaukee dan AEG di Indonesia. Saya diberi tawaran untuk mencoba beberapa alat mereka untuk dibawa kerumah dan review produknya. Saya pilih produk-produk AEG 18V Cordless, saya tidak pilih Milwaukee karena range produk untuk Woodworking yang ada di Indonesia, lebih lengkap AEG dibandingkan dengan Milwaukee.

Alat yang saya bawa antara lain, 2 Circular Saw, 1 Jigsaw dan 1 Nailer, dengan 1 Charger dan 1 Batre 18v 3.0Ah. Jika dilihat secara fisik, sepertinya ini produk yang yang sama dengan Ridgid, karena AEG dan Milwaukee itu dimiliki oleh TTI yang juga memiliki brand lain seperti Ridgid dan Ryobi. Jadi saya ambil kesimpulan bahwa produk-produk AEG dan Ridgid itu sekelas dan beberapa produk memang sama persis.


1. AEG BKS 18 Circular Saw

Rp. 2,3 - 2,4jt - 165mm - 3,5kg

Saya tidak sempat coba lama untuk alat ini, hanya beberapa kali pemotongan saja. Secara keseluruhan, mesin ini cukup OK, nyaman dan bandel. Tidak mengecewakan, fitur lengkap, LED, body kokoh, konstruksi sudah Magnesium dan mekanisme pengaturan mata pisau sangat OK.

Yang kurang pas menurut saya adalah ukuran mata pisaunya yang 165mm, mungkin di beberapa tempat agak susah mendapatkan mata pisau dengan ukuran ini. Lalu harganya yang cukup tinggi dan mesin ini belum menggunakan teknologi Brushless. Mesin ini juga sudah menggunakan fitur AutoBrake, dimana mata pisau akan langsung berhenti saat jari kita lepas dari tombol power.


2. AEG BKS 18B Circular Saw

Rp. 3,3 - 3,4jt - 184mm - 3,2kg - Brushless

Ini bisa saya bilang, Circular Saw paling enak buat saya. Paling nyaman dari semua Circular Saw yang pernah saya coba. Semua fitur yang ada di BKS 18, ada di mesin ini, dengan tambahan teknologi Brushless yang lebih efisien dan ukuran mata pisau yang standar, 184mm. Sayangnya, saya sudah terlanjur jatuh cinta dengan mesin ini, jadinya berat melepasnya, karena harus dikembalikan T_T.


3. AEG BST 18X

Rp. 2,3jt - T-Shank

Tidak banyak kelebihan yang dimiliki oleh mesin ini, fitur standar seperti Jigsaw-Jigsaw jaman sekarang. Kelebihannya hanya dia sudah Cordless. Belum ada pengaturan kecepatan atau "Variable Speed", jadi kecepatan masih berpengaruh pada tombol power. Semua sudah "Keyless", tidak membutuhkan kunci untuk pemasangan dan penggantian mata pisau, dan pengaturan kemiringan. Fungsi orbital atau pendulum dengan pengaturan 0 untuk pemotongan lurus dan rapi, 1-4 untuk pemotongan cepat.

Saya sendiri kurang nyaman menggunakan mesin ini, mungkin karena tangan saya kecil, jadi terasa kaku, karena untuk mengoperasikan mesini ini, kita butuh 2 jari, pertama untuk menekan tombol power, dan jari kedua untuk menekan pengunci tombol powernya (Safety). "Shoe" atau alasnya sudah menggunakan 2 jenis, kita bisa menggunakan plat besinya, atau menggunakan alas plastik agar bahan yang kita potong tidak lecet atau baret. Secara keseluruhan, mesin ini cukup lengkap dalam fitur tapi ya fitur standar.


4. AEG B18N18

Rp. 6 - 7jt-an - 18Ga - Brushless

Untuk harga, saya kurang tau persis harga sebenarnya, tapi yang jelas cukup mahal. Dengan ukuran maksimum paku 55mm, dan 18 gauge, mesin ini akan sangat-sangat membantu pekerjaan kita, apalagi buat para kontraktor yang harus mengerjakan sesuatu di luar atau di tempat customer. Dengan fitur yang cukup lengkap, tools ini juga cukup kuat untuk kayu-kayu keras, hanya saja,... bobotnya masih terlalu berat buat saya, 3,5kg beratnya tanpa batre.

Sepertinya ini tidak jadi prioritas untuk saat ini buat saya, ya hanya karena harganya yang cukup mahal dan beratnya tadi. Tapi jika kita punya alat ini, seperti yang saya bilang, akan sangat membantu pekerjaan kita.


Jika nanti ada dananya, mungkin yang akan saya beli pertama adalah AEG BKS 18B Circular Saw dari ke-empat mesin diatas. Walau saya sudah ada beberapa Circular Saw, tapi kayaknya dengan yang Cordless akan lebih efisien dalam pengerjaan project, apalagi saya cukup sering menggunakan multiplek.

Untuk produk-produk AEG dan Milwaukee, biasanya alat dijual terpisah, jadi harga diatas itu hanya harga alatnya saja, belum termasuk batre dan charger. Untuk harga batre bervariasi tergantung ukuran Ah, harga mulai 1,1jutaan untuk yang 3.0Ah, dan charger diharga 800 ribuan.

Untuk saat ini bisa dibilang mesin-mesin diatas belum bisa dirasakan oleh semua orang, ya karena harganya dan belum banyak yang mengenal merk AEG, jadi masih ragu dengan kualitas alatnya dan layanan purna jualnya. Kedepan mungkin akan banyak pilihan alat-alat cordless lainnya dari merk-merk yang ada di Indonesia, karena kemungkinan perkakas batre ini akan menjadi trend di Indonesia, seperti sekarang yang sudah menjadi trend di Amerika dan Eropa. Moga-moga saja kedepan harga bisa bersahabat buat kita. Seperti biasa, untuk perkakas, sesuaikan dengan kebutuhan dan dananya ^_^.


Untuk lebih lengkap, video bisa diakses di: Youtube


Topik: review, perkakas, ...

 

 
 
HobiKayu WoodTalk & Festival 2017

HobiKayu WoodTalk & Festival 2017

Dimana Beli Kayu-Kayu Impor?

Dimana Beli Kayu-Kayu Impor?

HobiKayu Partners:
Wong DIY • Tukang Rumahan