Review Evolution Rage 210 / R210 SMS+ Sliding Miter Saw

Review Evolution Rage 210 / R210 SMS+ Sliding Miter Saw


 
HKRATING: 7/10

Fitur: 8/10
Performa: 8/10
Harga: 5/10
Value: 7/10

Plus: Bisa potong multi-material.

Minus: Mahal, spare part masih agak susah dicari.


Unik, multi-fungsi, bisa potong kayu, almunium, besi dan PVC.

Evolution, mungkin merk yang agak asing buat kita di Indonesia. Merk yang berasal dari Inggris (UK) ini memang tergolong masih baru/muda, dan di Indonesia masuk masih melalui importir. Diluar (US, Eropa), brand ini sudah mulai dikenal dan brandingnya bisa dibilang cepat. Mungkin karena Evolution memberikan sesuatu yang beda, produk-produk yang lebih di sederhanakan. Untuk pabriknya, sama dengan brand-brand lain, tetap pabrikan China.

Kali ini saya diberi kesempatan untuk coba Miter Saw dari Evolution, Evolution Rage 210, atau R210. Ada 3 varian untuk model ini, CMS, SMS dan SMS+. CMS belum sliding, SMS dan SMS+ sudah yang sliding. Yang membedakan antara SMS dan SMS+ ada di kelengkapannya. SMS belum ada penutup sliding dan belum adan handle di belakang, dan hanya mendapatkan 2 clamp, tanpa clamp panjang. Lalu untuk yang SMS, pisau bawaanya 20T sedangkan yang SMS+ 24T. Pastikan cek kode barangnya atau modelnya sebelum membeli, jika ada dananya, saya sarankan sekalian yang SMS+. Produk yang saya ulas kali ini adalah yang SMS+.

Yang unik dari mesin ini adalah mata pisaunya, mata pisau mesin ini bisa potong beberapa jenis material, dari kayu, almunium, besi, plastik dan PVC. Ini mungkin yang jadi alasan kenapa mesin ini jadi hype dan banyak di cari orang. Gigi pada mata pisaunya yang unik, berbeda dengan mata pisau lainnya, gigi mata pisau Evolution ini bolak-balik, jadi giginya tidak mengarah ke satu arah, ini yang bikin mata pisau ini bisa aman untuk pemotongan metal. Saya coba tes dan hasilnya ok, memuaskan, tapi mungkin untuk pemotongan kayu, saya lebih suka hasilnya jika menggunakan mata pisau yang khusus untuk kayu.

Secara build quality, OK banget, beda banget dengan Miter Saw seperti RYU, NRT-PRO, bahkan dengan Stanley, bisa dibilang untuk kualitas materialnya sudah sekelas DeWalt, Bosch dan Makita. Ya kalau dilihat dari harganya memang mestinya begitu. Bentuk body agak sedikit berbeda dengan Miter Saw lain, ada pegangan dibelakang buat angkat-angkat, lalu ada penutup besi slidingnya biar tidak kena debu mungkin, ada extension wing atau sayap tambahan di kanan kiri, pendek, agak nanggung menurut saya. Lalu dapet clamp panjang yang sampai sekarang saya masih bingung buat apa, maksudnya buat apa dikasih, sedangkan clamp standar yang kecil saja biasanya jarang dipakai, ya mungkin suatu saaat akan dipakai. Terakhir ada lasernya, cukup membantu, walau kalau siang atau terang tidak terlalu kelihatan.

Ukuran mata pisaunya tidak terlalu umum, 210mm atau 8-1/4 in, tapi lubang arbornya standar di 25,4mm atau 1". Kita dapat 1 mata pisau dalam paketan, tapi untuk mengganti mata pisaunya, kita harus keluar duit 750 ribu-an untuk mata pisau evolution yang multi material. Kita bisa saja mengganti mata pisaunya dengan yang murah atau yang spesifik, misal mata yang hanya untuk kayu, atau mata yang hanya untuk almunium. Kemarin belum sempat saya coba tes menggunakan mata pisau dengan ukuran 7-1/4 in, mungkin lain kali.


Motor ok, tidak ada masalah, lancar untuk potong kayu, tidak ngeden pas motong metal. Listrik di 1.500 watt, agak sedikit besar untuk Miter Saw 8", tapi dengan watt besar, kita dapet motor yang kuat. Waktu saya tes, daya yang digunakan malah kecil, dibawah 1.000 watt rata-rata, cuma kadang pas diawal memang bisa diatas 1.000 watt. Tapi saya tidak bisa memastikan apakah mesin ini bida beroperasi di listrik 1.200 VA kebawah.

Kapasitas potong standar, di 0 derajat (atau 90), bisa potong lebar hingga 23cm dengan ketebalan material yang dipotong sekitar 6,5cm. Untuk potong miter 45 derajat, maksimum lebar di 15cm, sedangkan untuk potong bevel 45 derajat, maksimum 23cm x 3,8cm. Mesin ini masih single bevel, jadi hanya bisa potong bevel di kiri. Untuk maksimum miter, 50 derajat baik kanan maupun kiri, sedangkan maksimum bevel ada di 45 derajat.

Yang unik lagi jika kita membeli mesin ini, kita tidak bisa langsung pakai, karena kita dapatnya belum dirakit, jadi kita mesti rakit dahulu sebelum digunakan. Bikin kesel juga sih, karena agak lama juga ngerakitnya, tapi ya ada untungnya, kita jadi baca-baca buku manualnya dan sekalian kita kalibrasi. Pastikan semua baud pengunci terpasang kuat biar lebih aman.

Harga,... mahal. 4,5 juta-an++. Mungkin sebanding dengan kualitas, teknologi dan negara asalnya, tapi buat saya mahal, mahal karena mata pisaunya 8-1/2 in. Mungkin akan masuk harganya jika mata pisaunya 10 in. Secara fungsi tidak mengecewakan, enak dan nyaman digunakan. Mekanisme plunge (turun naik) enak, soft, mekanisme slidingya standar, tidak kerasg dan balanced (tidak jomplang pada saat sliding). Fitur ok, build quality ok, secara teknis, atau penggunaan, saya belum menemukan apa yang saya kurang suka dari mesin ini.

Multi fungsi memang, dan akan jadi mesin yang cukup membantu di workshop, khusunya buat yang sekedar hobi atau penggunaan Miter Saw yang tidak terlalu berat/sering. Kalau untuk produksi yang mengandalkan Miter Saw, kalau saya, munkin saya akan beli yang spesifik, khusus untuk kayu, atau khusus untuk metal, dan ukuran mata pisau yang lebih besar. Walau di tulis dia garansi 3 tahun, tapi untuk ketersediaan suku cadang dan layanan purna jualnya yang masih belum jelas saat ini. Dan tentunya untuk harga mata pisaunya, ini yang belum bisa masuk untuk dijadikan mesin produksi, menurut saya. Tinggal tunggu perkembangan dan keseriusan importirnya untuk pegang merk ini di Indonesia, kalau mereka serius, saya yakin brand ini akan punya pasar tersendiri dan bisa jadi produk yang dicari banyak orang.

NB: Maaf tidak banyak foto-fotonya, untuk detailnya bisa cek videonya di Youtube.


Untuk lebih lengkap, video bisa diakses di: Youtube


Topik: review, perkakas, miter saw, ...

 


 
HobiKayu Partners:
Kayuloka