Tips Memilih & Membeli Cordless Drill

Tips Memilih & Membeli Cordless Drill


 

Tips singkat HobiKayu buat temen-temen yang mau membeli bor baterai.


Di Grup Facebook HobiKayu, sering sekali saya lihat pertanyaan soal Cordless Drill, pilih yang mana, beli merk apa, dll. Ini saya coba share tipsnya apa saja yang mesti kita perhatikan pada saat membeli atau memilih bor baterai.


1. Voltase

Saat ini, yang ada dipasaran, secara umum ada 2 tingkatan atau jenis. 10.8V / 12V itu sama, 18V - 21V juga sama. Ada beberapa merk mengeluarkan yang 16V/14,4V, seperti Doliz dan Makita. 12V mungkin yang paling standar atau yang paling umum, cocok buat kayu, besi dan tembok, tapi belum terlalu kuat untuk beton. 18V jelas lebih powerfull dibandingkan dengan yang 12V, untuk 18V, ini juga dibagi menjadi beberapa jenis, heavy duty dan yang standar. Heavy duty jelas lebih mahal, body lebih besar, torsi (50Nm++) dan RPM lebih tinggi (1.500++).

Untuk yang 12V sepertinya yang ada dipasaran saat ini tidak terlalu jauh beda kalau dilihat dari fitur dan performanya, beberapa merk malah sama persis dan suku cadangnya bisa saling tukar.

Untuk kebutuhan hobi, khususnya woodworking, 12V sudah cukup, apalagi kalau kita hanya bermain kayu-kayu yang tidak keras, dimensi kecil atau bermain dengan multiplek/plywood. Untuk kebutuhan bor besi, tembok dan beton, saya sarankan yang 18V.


2. Ukuran Chuck

Ada 2 ukuran chuck atau pengunci/kepala bor yang umum, 9,5mm (3/8-in) dan 13mm. Untuk bor heavy duty dan sudah hammer untuk beton, biasanya ukuran chucknya 13mm. Untuk pengerjaan kayu, 9,5mm sudah cukup, jarang kita pakai mata bor shank 12mm keatas untuk kayu, biasanya untuk pengeboran diameter besar kita pakai mata bor kipas atau spade bit. Untuk bor 18V keatas dan sudah ada fitur hammer, saya sarankan pilih yang ukuran chucknya 13mm.


3. Fitur Hammer / Hammer Drill

Seperti yang ditulis diatas, fitur hammer digunakan untuk pengeboran tembok/dinding dan beton, untuk pengerjaan kayu dan besi, fitur ini tidak digunakan. Jika butuhnya bor dengan fitur ini, saya sarankan pilih yang 18V dan heavy duty, khususnya jika diperuntukan untuk ngebor beton/cor, dan kalau bisa/ada, pilih yang ada handle atau pegangan tambahan untuk yang heavy duty.


4. Power

Berbeda dengan Impact Driver, untuk bor kita perlu RPM yang tinggi, tapi sebanding dengan torsinya. 1.500 RPM++ dengan torsi 50 Nm++ ini sudah lebih dari cukup, dan bisa dibilang overkill untuk pengerjaan kayu. Power terlalu besar, kalau hanya untuk pengerjaan kayu, akan lebih boros baterainya. Jika ingin yang powerfull, heavy duty, khususnya untuk beton-beton, pilih yang diatas 1.700 RPM dan torsi 70Nm++.


5. Baterai

Pilih yang baterainya sidah Lithium, jangan yang masih NiCd, tapi kayaknya sekarang rata-rata baterainya sudah lithium. Untuk kapasitas baterai, sesuaikan dengan power motor dan peruntukan kerjanya. Baterai kapasitas besar akan lebih tahan lama dalam penggunaan, tapi tidak efisien untuk pengerjaan plafon, karena berat. Semakin besar power bornya, atau semakin keras media yang kita bor, baterai akan semakin cepat habis. Untuk bor 18V, 2AH sudah cukup, selama ada baterai cadangannya. Jadi kalau bisa, pilih yang sudah dapat 2 baterai, lebih efisien.


6. Charger

Ada 3 jenis charger yang ada saat ini, berdasarkan urutannya, ada Standar, Fast Charger dan Rapid Charger. Standar Charger (1-1,5A) bisa mengisi daya baterai 2AH sekitar 80-120 menit, Fast Charger (2-4A) sekitar 60 menit dan Rapid Charger (4A++) 30 menit kebawah. Untuk mengetahui berapa Ampere, bisa cek di chargernya, biasanya disertakan informasi output berapa Ampere. Kalau bisa jangan pilih bor yang chargernya model adaptor, karena cepat panas.


7. Garansi & Suku Cadang

Walau beberapa merk memiliki suku cadang yang sama, kalau bisa pilih yang bergaransi, ada service centernya dan ketersediaan suku cadangnya.


8. Test Langsung

Saya selalu menyarankan ke temen-temen, kalau bisa beli langsung ke toko dan cek barangnya, tes di tempat. Tes chucknya apakah dia goyang-goyang atau woble (test menggunakan pensil atau mata bor panjang 10cm), cek apakah chucknya bisa mengunci dan membuka sempurna. cek apakah baterai dan chargernya bermasalah, dan cek fisiknya.


Ok, itu tipsnya, apa saja yang mesti kita perhatikan dan pertimbangkan sebelum memilih dan membeli Cordless Drill. Sesuaikan dengan kebutuhannya, untuk pilihan merk, sesuaikan dengan angarannya, ada harga ada rupa kalau orang bilang.


Topik: artikel, perkakas, tips, ...

 


 
HobiKayu Partners:
Kayuloka